“Menang dalam Kalah” merupakan salah satu nilai dalam Tunjuk Ajar Melayu, yaitu kumpulan nilai, nasihat, dan pedoman kehidupan dalam kebudayaan Melayu.
Filosofi ini mengajarkan bahwa seseorang dapat menemukan nilai atau manfaat dari suatu kekalahan. Kekalahan tidak selalu dipandang sebagai kegagalan sepenuhnya karena seseorang tetap dapat memperoleh pengalaman, pelajaran, kehormatan, atau manfaat lain dari proses yang telah dilaluinya.
Dalam konteks mosi ini, “menang dalam kalah” tidak terbatas pada kemenangan dalam kompetisi, tetapi merujuk pada cara seseorang memahami keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupan.